Kita tentu tidak asing lagi dengan istilah pondasi, sloop dan kolom terutama bagi yang pernah membangun rumah tinggal. Ya, itu merupakan istilah dalam dunia bangunan gedung terutama bangunan rumah tinggal. Pernahkah kita memperhatikan bagaimana para tukang batu memasang pondasi batu belah, memasang sloop, dan memasang kolom beton bertulang ? Kalau yang tidak terbiasa berkecimpung di dunia bangun membangun rumah mungkin tidak pernah memperhatikan secara detail, dan tidak paham bagaimana memasang pondasi, sloop dan kolom beton yang benar.

Seringkali kita melihat tukang batu dan pekerja memasang sloop atau kolom beton bertulang diletakan begitu saja di atas permukaan pondasi batu belah. Permukaan pondasi dibuat rata dan rapi kemudian sloop diletakan begitu saja, terutama pada pertemuan – pertemuan pondasi antara yang melintang dan membujur, atau pada pertemuan dinding dengan dinding. Cara memasang pondasi yang dibuat rata pada tiap pertemuan pondasi adalah cara yang kurang benar, atau bahkan bisa dikatakan salah. Sebab jika sloop, dan kolom beton diletakan begitu saja diatas pondasi, maka dimungkinkan sloop akan bergeser jika terjadi kekuatan horisontal yang cukup keras, seperti gempa bumi.

Cara yang benar adalah, pada pertemuan pondasi harus dibuat berlubang ke bawah kurang lebih sampai 25 cm menembus pondasi. Jadi pada titik – titik pertemuan pondasi atau di pojok terdapat ‘legokan’ tempat untuk dudukan dan kaitan tulangan ke dalam pondasi sehingga kolom – kolom beton atau sloop benar – benar tertanam kuat dengan pondasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

« »